RSS

Halaman

Penerangan Dalam Hazard


Penerangan
      Fungsi utama penerangan di tempat kerja adalah untuk menerangi obyek pekerjaan agar terlihat jelas, mudah dikerjakan dengan cepat, dan produktivitas dapat meningkat. Penerangan di tempat kerja harus cukup. Penerangan yang intensitasnya rendah (poor lighting) akan menimbulkan kelelahan, ketegangan mata, dan keluhan pegal di sekitar mata. Penerangan yang intensitasnya kuat akan menimbulkan kesilauan. Penerangan baik rendah maupun kuat bahkan akan menimbulkan kecelakaan kerja.
      Beberapa faktor yang menentukan baik-tidaknya penerangan di tempat kerja adalah :
·        Ukuran obyek
·        Derajat kontras antara obyek dengan sekitarnya
·        Tingkat iluminasi (yang menyebabkan obyek disekitarnya dapat terlihat jelas), dan
·        Distribusi dan arah cahaya
      Sumber penerangan yang digunakan di tempat kerja dibedakan dalam dua jenis, yakni : penerangan alami (bersumber dari cahaya matahari), dan penerangan buatan (bersumber dari lampu). Penerangan alami di tempat kerja harus diupayakan diterapkan, sedangkan penerangan buatan hanya sebagai penunjang pelengkap jika sumber penerangan alami tidak mencukupi kebutuhan.
      Penerangan di perusahaan (industri) dapat dibedakan antara penerangan umum dan lokal. Penerangan umum harus menghasilkan iluminasi yang merata pada bidang kerja yang biasanya terletak sekitar 75 cm diatas lantai. Sumber penerangan umum didapat dari perpaduan cahaya lantai dan lampu. sedangkan penerangan lokal digunakan secara khusus untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Kelemahan sistem ini adalah dapat menimbulkan kesilauan. Untuk menanggulangi ini maka penerangan lokal perlu dikombinasikan dengan penerangan umum yang cukup (Santoso, 2004).
      Lumen adalah satuan arus cahaya. Satu lumen sama dengan banyaknya cahaya dari lilin standar yang jatuh pada suatu bidang yang luasnya 1 ft2 pada jarak 1 ft.
      Illuminasi (illumination) adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada suatu permukaan dengan satuan Lux.
      Luminensi (luminance) adalah terangnya suatu permukaan, untuk lampu dan sumber penerangan lainnya, luminance adalah banyaknya cahaya yang dipancarkan oleh lampu atau sumber penerangan tersebut dengan satuan Candela per meter persegi (cdm-2).
      Pantulan (reflectance) adalah presentase cahaya yang dipantulkan oleh suatu permukaan, misalnya kertas putih mempunyai kemampuan untuk memantulkan cahaya yang jatuh padanya sebesar 70-80%, sedangkan kertas berwarna hitam sebesar 1-2%. Reflectance value dapat dicari dalam tabel. Nilai ini dapat pula ditentukan dengan lightmeter dengan cara:
a)         Catatlah tingkat iluminasi dari permukaan yang akan dievaluasi (A);
b)         Putarlah (diputar balik) sel kemudian secara perlahan-lahan sel tersebut diangkat secara vertikal menjauhi permukaan;
c)         Photometer akan menunjukkan respon terhadap cahaya yang akan dipantulkan oleh permukaan. Bila tidak menunjukkan kenaikkan lebih lanjut, catatlah angka tersebut sebagai titik nol;
d)         Hasil pembacaan kedua (B) dibagi dengan hasil pembacaan pertama (A) dan kemudian dikalikan 100% akan diperoleh  reflectance dari permukaan yang akan diukur;

Rumus:
Cahaya Reflectant =     B x 100%
                                                A

Nilai Reflektan yang dianjurkan antara lain:
Deskripsi
Reflektance (%)
Langit-langit
80-90
Dinding
40-60
Meja, kursi, mesin-mesin
25-45
Lantai
20
(Santoso, 2004)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar