RSS

Halaman

Iklim Kerja Dalam Hazard

Iklim Kerja
           Iklim kerja merupakan keadaan lingkungan kerja yang diukur dari perpaduan antara suhu udara (suhu basah dan suhu kering), kelembapan udara, kecepatan aliran udara, dan suhu radiasi. Tekanan panas (heat stress) adalah beban iklim kerja yang diterima oleh tubuh manusia. Sedangkan regangan panas (heat strain) merupakan efek yang diterima tubuh manusia atas beban iklim kerja tersebut.
                  Tubuh manusia selalu menghasilkan panas sebagai akibat dari proses pembakaran zat makanan dengan oksigen (metabolisme). Apabila proses pengeluaran panas tubuh terganggu, maka suhu tubuh akan meningkat.
      Lingkungan kerja dengan suhu tubuh selalu saling terjadi pertukaran panas, proses pertukaran (perpindahan) panas ini tergantung dari suhu lingkungan (iklim kerja). Mekanisme pertukaran panas antara tubuh dengan lingkungan dapat terjadi melalui konduksi, konveksi, evaporasi, dan radiasi.
      Tempat kerja yang nyaman merupakan salah satu faktor penunjang gairah kerja. Lingkungan kerja yang panas dan lembab akan menurunkan produktivitas kerja, juga akan membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
      Aklimatisasi adalah suatu proses adaptasi fisiologis yang ditandai oleh pengeluaran keringat yang meningkat, denyut jantung menurun, suhu tubuh menurun. Proses adaptasi ini biasanya memerlukan waktu 7-10 hari. Aklimatisasi dapat pula menghilang ketika orang yang bersangkutan tidak masuk kerja selama seminggu  berturut-turut.
      Untuk menimbulkan aklimatisasi, faktor pembebanan dan lama kerja perlu diperhatikan dengan cara sebagai berikut :
a)    Hari pertama masuk kerja, pembebanan fisik dan lama bekerja usahakan tidak melebihi 50% dari beban dan lama kerja yang sebenarnya.
b)    Hari kedua kerja, beban kerja dan lama kerja ditambah 10% (= 60%)
c)    Hari ketiga kerja dan seterusnya hingga hari keenam pembebanan fisik dan lama bekerja akan mencapai 100%.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar