RSS

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ketenagakerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketenagakerjaan. Tampilkan semua postingan

Heat Stroke

Pernah mengalami suhu panas tubuh yang sangat tinggi??
Heat Stroke merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh dapat mencapai 40 derajat C. Heat Stroke dapat terjadi karena terpapar suhu lingkungan yang sangat tinggi atau terjadi akibat aktivitas tubuh yang dapat menyebabkan meningkatnya suhu tubuh.
Suhu tubuh yang sangat tinggi dapat berakibat fatal dan bahkan dapat mengakibatkan kematian akibat pecahnya pembuluh darah dan disfungsi organ akibat suhu tubuh yang sangat tinggi sedangkan tubuh tudak dapat beradaptasi.

Tanda dan Gejala

  • Suhu tubuh mengalami kenaikan hingga mencapai >40 derajat C.
  • Tidak berkeringat. Jika Heat stroke disebabkan karena paparan suhu lingkungan maka kulit terasa panas dan kering saat disentuh. Namun jika disebabkan karena aktivitas tubuh yang berlebih maka tubuh akan terasa lembab.
  • Kemerahan pada tubuh seiring dengan kenaikan suhu tubuh.
  • Nafas menjadi cepat dan terasa berat.
  • Denyut jantung semakin cepat.
  • Sakit kepala yang sangat hebat.
  • Terjadinya kontraksi saraf yang terkendali, misalnya: kejang-kejang, tidak sadar, halusinasi, 
  • Terjadi kram otot, dapat menyebabkan kelumpuhan.
Penyebab
 
Heat stroke merupakan gabungan dari dua kondisi serius yang berhubungan dengan suhu, yang tidak segera mendapat tidak lanjut.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Identifikasi dan Permasalahan Ketenagakerjaan

Dalam suatu negara terdiri dari beberapa sekelompok pemduduk yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan negara tersebut, baik dari segi politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Di Indonesia, permasalahan tenaga kerja bukanlah hal yang tabu dan justru menjadi masalah berskala nasional, menurunnya angka pendapatan penduduk Indonesia menyebabkan terjadinya inflasi ekonomi Internasional, hal ini semakin memperkeruh beban hutang Indonesia kepada negara-negara lain. Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki total jumlah penduduk yang diperkirakan sekitar 206,2 juta jiwa, yang dimana dari jumlah tersebut, 8,01 juta jiwa merupakan penduduk dengan status pengangguran terbuka.
Berdasarkan data Sakernas tahun 2000, di Indonesia terdapat 98,1 juta jiwa penduduk dengan usia angkatan kerja, dengan jumlah penduduk yang berstatus pengangguran terbuka sebesar 8,01 juta jiwa dan jumlah penduduk setengah menganggur diperkirakan sebesar 27,73 jiwa.

Beberapa permasalahan yang terkait dalam ketenagakerjaan di Indonesia, diantaranya adalah:
  1. Tingginya tingkat pengangguran
  2. Tingginya jumlah angkatan kerja
  3. Semakin sempitnya kesempatan kerja yang tersedia
  4. Rendahnya tingkat pendidikan dan skill penduduk angkatan kerja
  5. Ketidakmerataan penyabaran angkatan kerja
  6. Perlindungan tenaga kerja yang kurang maksimal
Dampak pengangguran, diantaranya adalah:
  1. Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat
  2. Terjadinya inflasi ekonomi karena menurunnya tingkat pendapatan yang terjadi di masyarakat sehingga tingkat konsumtif akan menurun
  3. Menurunnya kemampuan pasar ekonomi karena permintaan konsumen juga menurun
  4. Kualitas barang produksi dalam negeri akan turut menurun dan tidak mampu bersaing dengan pasar internasional karena disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat, sedangkan barang yang berkualitas cenderung memiliki haega yang tinggi
  5. Menurunnya kas negara, karena pemerintah tidak dapat menarik pajak yang tinggi, berkaitan dengan rendahnya pendapatan penduduk
  6. Meningkatnya angka kriminalitas dan masalah sosial politik lainnya
  7. Meningkatnya angka kesakitan dan kematian pada masyarakat, berhubungan dengan kondisi mental dan masalah psikologi yang dirasakan oleh si penganggur
  8. Meningkatkan angka kelahiran bayi, karena pengangguran lebih banyak menghabiskan waktu di rumah
"SEMAKIN TINGGI JUMLAH PENDUDUK DI SUATU NEGARA, MAKA SEMAKIN TINGGI JUMLAH ANGKATAN KERJA, KESEMPATAN KERJA DAN JUMLAH PENGANGGURAN"

Definisi terkait:

> Pengangguran: merupakan mereka yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan, Pengangguran digolongkan menjadi 3 menurut definisi :
  • Mereka yang belum pernah bekerja dan sedang mencari kerja atau disebut sebagai pencari kerja baru
  • Mereka yang pernah bekerja, namun sudah tidak bekerja atau sedang menganggur dan sedang mencari pekerjaan baru, disebut sebagai pencari kerja lama
  • Mereka yang dibebastugaskan dari pekerjaan mereka yang lama, dan sedang mencari pekerjaan baru, disebut sebagai pencari kerja lama
> Jenis pengangguran menurut penyebab terjadinya :
  1. Pengangguran Friksional : pengangguran yang disebabkan adanya kesulitan yang bersifat kontemporer yang menjadi kendala pertemuan anatara pencari kerja dengan lowongan pekerjaan, contoh: kondisi geografis, waktu, iklim
  2. Pengangguran Struktural : penganggguran yang terjadi akibat perubahan struktur ekonomi dan peraturan manajemen pada perusahaan yang terkait, contoh: suatu restoran membuka lowongan bagi koki, sedangkan pencari kerja yang bukan koki tidak mendapat kesempatan kerja dan menjadi pengangguran
  3. Pengangguran Musiman : pengangguran yang terjadi karena dipengaruhi oleh musim, contoh; pada saat tidak musim panen sawit, para pekerja sawit menjadi pengangguran
  4. Pengangguran Siklikal : pengangguran yang terjadi karena imbas naik turun dan pergeseran siklus ekonomi, sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah dari penawaran, contoh; pengangguran akibat PHK
Definisi Terkait!
  1. Penduduk : merupakan sekelompok orang yang menempati dan menetap di suatu wilayah tertentu.
  2. Tenaga Kerja : merupakan sekelompok orang yang terlibat dalam kegiatan produktifitas dalam menghasilakn barabg dan jasa.
  3. Kesempatan kerja : merupakan lowongan yang tersedia bagi pencari kerja.
  4. Usia kerja : merupakan penduduk yang berada pada usia produktif (15-64th) untuk menghasilakn suatu barang dan jasa. 
  5. Bukan usia kerja : merupakan penduduk yang berada diatas atau dibawah usia produktif.
  6. Angkatan kerja : merupakan penduduk dengan usia produktif yang bekerja atau punya pekerjaan, bekerja tapi sementara menganggur, dan sedang berusaha mencari pekerjaan.
  7. Bukan angkatan kerja : merupakan penduduk dengan usia produktif yang menghabiskan waktu dengan diluar bekerja, hanya sekolah, mengurus rumah tangga, dll.
  8. Bekerja penuh : merupakan penduduk yang menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan tetap dan mendapat upah/gaji tertentu.
  9. Setengah menganggur : merupakan penduduk yang bekerja namun pekerjaannya tidak tetap atau hanya part time.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesehatan Buruh Indonesia Terburuk Kedua


BANDUNG, KOMPAS - Kualitas kesehatan buruh di Indonesia menjadi yang terburuk kedua di dunia. Hal itu ditandai dengan banyaknya kasus kesehatan yang menimpa pekerja karena aktivitas di tempat kerja. Demikian benang merah diskusi yang diikuti sejumlah organisasi perburuhan dan lingkungan hidup Jawa Barat, Kamis (30/9).
Organisasi yang berpartisipasi dalam diskusi adalah Serikat Pekerja Nasional Jabar, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Lembaga Bantuan Hukum Kota Bandung, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jabar, serta Jaringan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mereka menggelar diskusi di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.
Koordinator Jaringan K3 Darisman mengatakan, di Indonesia rata-rata ada 78.000 kasus kecelakaan kerja per tahun selama 2002-2005. "Indonesia hanya berada satu tingkat di atas Vietnam dari 53 negara yang disurvei. Jadi, negara kita menempati posisi ke-52," katanya.
Tingginya kasus kesehatan dan kecelakaan kerja itu di satu sisi juga tidak didukung perlindungan sistem ketenagakerjaan. Jaminan sosial tenaga kerja yang keberadaannya telah diatur undang-undang baru diikuti 30 persen industri di Indonesia.
Sayang, hal ini pun tidak terkontrol baik oleh pengawas ketenagakerjaan di daerah-daerah. Darisman mencontohkan, Kabupaten Bogor hanya memiliki 11 pengawas ketenagakerjaan. Padahal, ada lebih dari 3.000 industri di wilayah itu.
Perempuan dirugikan
Buruh perempuan paling dirugikan akibat buruknya jaminan kesehatan tenaga kerja ini. Paparan zat kimia yang terus-menerus dan dalam jumlah tinggi berbahaya bagi organ reproduksi perempuan. Sejumlah survei menunjukkan, tingkat kematian ibu lebih tinggi di kalangan buruh perempuan.
Koordinator KASBI Jabar Daryanto mengungkapkan, pengusaha sering abai dengan perlindungan buruh dari kecelakaan. Contohnya adalah menyediakan masker atau sepatu bot seadanya bagi buruh. Seorang buruh pabrik tekstil di Majalaya, Kabupaten Bandung, misalnya, baru-baru ini meninggal saat bekerja.
"Ia dipaksa menghidupkan mesin tekstil di saat peralatan itu masih basah karena terendam banjir. Buruh itu tidak dilengkapi sarung tangan atau isolator yang melindungi tubuh dari listrik. Ia pun meninggal dunia," katanya. Asbes
Darisman menambahkan, salah satu bahaya yang kerap tak disadari pekerja adalah dampak asbes. Mereka yang bekerja di pabrik pembuatan pipa, pengelasan, konstruksi, serta bangunan berisiko tinggi terkena radang, kanker, dan lengket pada rongga dada karena serat itu. Risiko itu disebabkan keracunan chryso-tile akibat debu asbes. Dampak lain asbes adalah batuk, berat badan turun, dan sesak napas. Setelah terpapar sekitar 15 tahun, pekerja bisa terkena tumor ganas.
"Pekerja tambang, penggilingan, serta kegiatan menghancurkan dan merobohkan bangunan juga berisiko terdampak asbes," kata Darisman. Debu asbes dapat menyebabkan penebalan dan luka gores di paru-paru.
Menurut Solusi Rumah Operation and Maintenance Manager PT Holcim Indonesia Tbk Peterson Siringoringo, negara-negara maju sudah melarang penggunaan asbes karena faktor kesehatan. "Mungkin di Indonesia masih dipakai karena murah. Kami mencoba menghindari bahan itu. Industri terus berinovasi mencari bahan pengganti," ujarnya. (REK/BAY)

POTRET BURUH INDONESIA





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lelahnya Kerja di Jepang


Bekerja adalah kewajiban bagi semua orang dan kemauan bagi beberapa orang. Namun aktivitas fisik tetap memiliki keterbatasan yang mutlak, kemempuan dan keterbatasan manusia tidaka dapat disamakan dengan mesin.


Perwujudan kepedulian pada para Pekerja diprioritaskan pada penanganan Health and Safety yang diterapkan pada beberapa perusahaan. Namun hal ini rupanya masih kurang dapat mencapai efisiensi pada pekerja di Jepang.




Jepang merupakan Negara yang paling maju di Asia baik di bidang Teknologi, Industri, dan beberapa ilmu IPTEK lainnya. Begitu banyak orang yang berminat kerja di Jepang, namun pertimbangkan lagi....

Beginilah liku-liku kehidupan para pekerja di Jepang


Kondisi Berangkat Kerja










Di Tempat Kerja













Kondisi Pada Jam Pulang Kerja







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS