RSS

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan

Malnutrisi pada Anak Memicu Risiko Penyakit





KOMPAS.com - Baik buruknya kondisi kesehatan dipengaruhi asupan makanan dan gizi. Malnutrisi pada anak tak hanya berdampak langsung pada kesehatan, namun juga memicu berbagai risiko penyakit saat usia dewasa.

Ciri yang paling mudah dikenali dari kondisi malnutrisi pada anak adalah perkembangan fisik rendah. Misalnya, tubuh anak terlalu pendek untuk anak seusianya, atau terlalu kurus dan terlalu gemuk.

Dokter anak, dr Sri S. Nasar, SpA(K) menjelaskan, malnutrisi pada anak usia tiga tahun pertama dapat menimbulkan gangguan permanen di otak. Sedangkan konsekuensi lanjut malnutrisi saat dewasa lebih kompleks lagi.
"Jika anak kelebihan kalori, konsekuensi malnutrisi di antaranya obesitas, penyakit jantung koroner, diabetes, dan peradangan. Sedangkan jika kekurangan kalori, penyakit seperti osteoporosis, disfungsi imun, kemampuan nalar berkurang, dan gangguan reproduksi menjadi konsekuensinya," papar dr Sri, di sela peluncuran MobiPresinutri di Puskesmas Bendungan Hilir, Rabu (2/6/2010) lalu.

Menurut dr Sri, kebutuhan nutrisi setiap anak berbeda tergantung usia dan berat badan. Namun pada usia anak, perlu diperhatikan bahwa kebutuhan energi tiga kali lebih tinggi daripada orang dewasa.
Kebutuhan nutrisi bayi dan anak untuk energi sebanyak 100-120 kilo kalori per kilogram setiap harinya. Pada orang dewasa, kebutuhan asupan nutrisi hanya 35 – 40 kilo kalori per kilogram per hari.

Sedangkan kebutuhan anak batita atas protein sebanyak 9 - 15 persen, lemak 40-50 persen, dan selebihnya hidrat-arang. Untuk anak di atas usia tiga tahun energi yang dibutuhkannya kurang dari 100 kilo kalori per kilogram per hari, dengan protein 10 - 20 persen dan lemak kurang dari 30 persen.

"Kebutuhan nutrisi ini bisa didapatkan dari asupan makanan setiap harinya. Untuk lemak, kebutuhannya bisa dipenuhi dari ASI yang diperlukan untuk pertumbuhan otak," jelas dr Sri.

Dr Sri menegaskan orangtua mempunyai peran sentral dalam membangun kebiasaan atau pola makan anak. Status gizi makan anak tergantung orangtuanya.

Peran orangtua tak sekadar memastikan gizi seimbang, namun juga perlu memberikan "pengalaman makan" sejak usia dini. Artinya, anak perlu dilibatkan dalam memilih makanan, dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak Gemuk Terancam Hipertensi



Kompas.com — Orangtua sebaiknya mewaspadai kenaikan berat badan anak. Anak-anak yang menderita kegemukan dan obesitas berisiko menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Sebagaimana diketahui, hipertensi bisa menimbulkan komplikasi di kemudian hari, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
"Dampak kegemukan pada tekanan darah tinggi berbeda-beda pada tiap anak tergantung pada kategori gemuknya," kata Wanzhu Tu, peneliti tentang hipertensi pada anak.
Ia menambahkan, sebenarnya cukup mudah mengurangi risiko hipertensi pada anak. "Turunkan berat badan anak sedikit saja sudah cukup mengendalikan tekanan darah," katanya.
Dalam penelitiannya, Tu dan timnya mengumpulkan data tekanan darah pada 1.113 anak. Para peneliti kemudian membandingkan indeks massa tubuh untuk menentukan kadar tekanan darah yang normal berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Para peneliti menemukan, penurunan BB pada anak yang tergolong kegemukan berpengaruh pada tekanan darahnya.
Para ahli mengingatkan, kegemukan dan obesitas pada anak-anak bukan cuma terkait dengan tekanan darah tinggi, melainkan juga kadar kolesterol yang tinggi, menurunnya resistensi insulin dan fungsi pembuluh darah yang tidak normal.
Hipertensi pada anak memang tidak diketahui penyebabnya. Karena itu, orangtua sepatutnya waspada dan mengukur tekanan darah anaknya secara rutin. Orangtua perlu mencegah anak kelebihan berat badan. Beberapa penelitian juga menemukan, hipertensi pada anak biasanya ditemukan pada anak yang menderita penyakit ginjal, saraf pusat, jantung, serta endokrin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS