RSS

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan

Analisis Pertumbuhan penduduk Kecamatan Puger Kabupaten Jember menurut sensus tahun 2000 dan hasil laporan penduduk tahun 2008


  • PENDAHULUAN

Kecamatan Puger yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Jember. Kota Puger berjarak kira-kira 39 km arah Selatan Kota Jember. Kecamatan Puger memiliki beberapa wilayah pemerintahan desa, dimana dua diantaranya adalah Desa Puger Wetan dan Desa Puger Kulon yang merupakan wilayah dengan potensi dominan perikanan laut.
Secara geografis Kampung Nelayan Puger yang berada di Kota Puger terletak pada koordinat 113°06'40" Bujur Timur dan 8°08'17" Lintang Selatan dengan batas wilayah sebelah Utara adalah Kecamatan Balung, sebelah Selatan Samudera Indonesia, sebelah Barat Kecamatan Gumukmas, dan sebelah Timur adalah wilayah Kecamatan Wuluhan.
Secara umum penduduk Kampung Nelayan Puger dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu penduduk asli dan penduduk pendatang (masyarakat migran). Penduduk asli Kampung Nelayan Puger adalah masyarakat yang sudah sejak lama mendiami kawasan tersebut yang pada umumnya menempati wilayah bagian Utara dengan mat apencaharian sebagai petani, peternak dan pedagang. Sedangkan masyarakat migran dapat dibagi lagi menjadi dua golongan, yaitu masyarakat migran yang sudah lama menetap di Kampung Nelayan Puger dan masyarakat migran musiman yang hanya datang ke Puger pada saat-saat tertentu, yaitu pada saat banyak ikan (musim ikan).
Jumlah penduduk di wilayah Kampung Nelayan Puger adalah 105.702 (data tahun 2008). Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan, pengolah hasil perikanan, serta pedagang ikan. Angka pertumbuhan penduduk di Kampung Nelayan Puger semakin meningkat terkait dengan tingkat natalitas, mortalitas, dan mobilitasnya. Dengan demikian, diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang wilayah permukiman Kampung Nelayan Puger akan semakin padat seiring dengan kebutuhan hunian di sepanjang pesisir Pantai Puger.
Dari gambaran wilayah diatas, kami tertarik untuk menganalisis data kependudukan kecamatan tersebut guna mengetahui pertumbuhan penduduk di Kecamatan Puger.




PEMBAHASAN
·         Analisis Data dan Penyajian Data
Kelompok Umur
Jenis Kelamin
Rasio Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1             0-4
4.814
4.680
9.494
102,86
2             5-9
4.893
4.643
9.536
105,38
3          10-14
4.852
4.398
9.250
110,32
4          15-19
4.739
4.869
9.608
97,33
5          20-24
4.009
4.850
8.859
82,66
6          25-29
4.726
5.308
10.034
89,04
7          30-34
4.564
4.667
9.231
97,79
8          35-39
4.456
4.663
9.119
95,56
9          40-44
4.043
3.685
7.728
109,72
10       45-49
3.065
2.922
5.987
104,89
11       50-54
2.804
2.539
5.343
110,44
12       55-59
1.778
1.799
3.577
98,83
13       60-64
1.861
2.030
3.891
91,67
14         65+
2.370
2.805
5.175
84,49
Jumlah
52.974
53.858
106.832
98,36
Tabel    : Banyaknya penduduk di Kecamatan Puger menurut Kelompok umur, jenis kelamin, dan ratio jenis kelamin (Hasil Sensus tahun 2000)

  • Kesimpulan
Dari analisis yang telah dilakukan diatas kami dapat menyimpulkan bahwa :
ü Pertumbuhan penduduk di kecamatan Puger transisinya dari penduduk muda ke penduduk tua
ü Jika dilihat dari penduduk yang masih produktif di kecamatan Puger masih lebih banyak penduduk dengan usia produktif dibandingkan usia yang tidak produktif
ü Perbandingan penduduk menurut umur di kecamatan Puger terdapat penduduk yang berumur 15-64 tahun lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang berumur dibaawah 15 tahun
ü Penduduk usia lanjut di kecamatan Puger hanya terdapat beberapa saja, jauh lebih sedikit dibandingkan penduduk usia muda
ü Dilihat dari jumlah perempuan dan laki-laki pada kecamatan Puger, jumlah penduduk perempuan dan laki-lakinya adalah sebanding
ü Dilihat Dari jumlah kelahiran anak dibawah lima tahun terdapat 31 anak dari perempuan berusia produktif
ü Piramida penduduk dari keduanya juga sama yaitu termasuk piramida Piramida Zero Growth or Decreasing Population (Pertumbuhan Nol atau Penurunan Populasi)

·         Rekomendasi
ü  Usia produktif yang berada di Kecamatan Puger lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif yang ada di kecamatan tersebut. Banyaknya usia produktif di Kecamatan Puger diharapkan mampu meningkatkan pembangunan di daerah tersebut agar lebih maju agar dapat mencapai kesejahteraan rakyat.
ü  Dilihat dari jumlah perempuan dan laki-laki pada Kecamatan Puger, jumlah penduduk wanita lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan penggunaan KB karena wanita berisiko hamil yang dapat menimbulkan pertambahan penduduk yang  tidak terkendali dan pembangunan di daerah tersebut tidak optimal karena jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada penduduk laki-laki.

·         Daftar Pustaka
Soeroso, Santoso.2005.Mengarustamakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan di Indonesia.Jakarta: EGC
Adioetomo, Sri Moertiningsih,dkk.2010.Dasar-dasar Demografi.Jakarta:Salemba Empat
Mantra, Ida Bagoes.2006.Demografi Umum.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Pertumbuhan penduduk Kecamatan Balung Kabupaten Jember menurut sensus tahun 2000 dan hasil laporan penduduk tahun 2008


  • PENDAHULUAN

Kecamatan Balung terletak di sebelah selatan Kabupaten Jember, sekitar 24 km dari Kota Jember, berada pada jalan yang terhubung ke Kabupaten Lumajang. Komoditas utama yang dihasilkan Balung adalah beras dan tembakau. Seperti halnya banyak kecamatan di Jember, penduduk Balung terdiri atas suku Jawa, Madura, dan etnis Cina dan Arab. Bahasa yang digunakan sehari-hari bahasa Jawa dan bahasa Madura. Pertanian adalah sektor utama pekerjaan penduduk Balung, diikuti perdagangan.
Kecamatan Balung mempunyai luas wilayah 47,12 Km2 dengan ketinggian rata-rata 23 m dari atas permukaan laut. Kecamatan Balung terdiri dari 8 desa yaitu: Karangduren, Karang Semanding, Tutul, Balung Kulon, Balung Kidul, Balung Lor, Gumelar dan Curah Lele. Seluruh desa berkualifikasi Desa Swakarya.
Batas Kecamatan Balung yaitu :
sebelah Utara    : Kecamatan Bangsalsari
sebelah Timur    : Kecamatan Rambipuji
sebelah Selatan : Kecamatan Puger dan
sebelah Barat    : Kecamatan Umbulsari.

Penduduk menurut jenjang pendidikan yaitu tidak tamat SD 1.718 penduduk, lulus SD 14.657 penduduk, SLTP 8.413 penduduk, SLTA 5.285 penduduk Sarjana 582 dan Sarjana Muda sebanyak 163 penduduk.

Kegiatan perdagangan utama Kecamatan Balung terdapat di pasar kecamatan yang berada di Balunglor, ibukota kecamatan. Lokasi pasar yang terletak di persimpangan jalan menuju Rambipuji dan Ambulu membuat aktivitas di pasar hidup. Di seberang jalan pasar kecamatan tersebut, terdapat Masjid Jami' Balung, yang merupakan masjid kecamatan.
Kecamatan Balung memiliki sarana dan prasarana kesehatan berupa Puskesmas 2 buah, Puskesmas Pembantu 8 buah, Puskesmas Keliling 2 buah, Posyandu 84 dan Tenaga Medis sebanyak 14 orang.





  •  PEMBAHASAN

ü  Analisis Data dan Penyajian Data
Kelompok Umur
Jenis Kelamin
Rasio Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1             0-4
3.012
3.011
6.023
100,03
2             5-9
3.268
3.053
6.321
107,04
3          10-14
3.257
3.222
6.479
101,09
4          15-19
3.695
3.905
7.600
94,62
5          20-24
2.943
3.259
6.202
90,30
6          25-29
3.233
3.597
6.830
89,88
7          30-34
3.057
3.170
6.227
96,44
8          35-39
2.972
3.352
6.324
88,66
9          40-44
2.633
2.492
5.125
105,66
10       45-49
2.370
2.214
4.584
107,05
11       50-54
2.004
1.784
3.788
112,33
12       55-59
1.411
1.441
2.852
97,92
13       60-64
1.212
1.405
2.617
86,26
14         65+
1.495
1.994
3.489
74,97
Jumlah
36.562
37.899
74.461
96,47
Tabel    : Banyaknya penduduk di Kecamatan Puger menurut Kelompok umur, jenis kelamin, dan ratio jenis kelamin (Hasil Sensus tahun 2000)

Dari analisis yang telah dilakukan diatas kami dapat menyimpulkan bahwa :
ü  Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Balung transisinya dari penduduk muda ke penduduk tua
ü  Jika dilihat dari penduduk yang masih produktif di kecamatan Balung masih lebih banyak penduduk dengan usia produktif dibandingkan usia yang tidak produktif
ü  Perbandingan penduduk menurut umur di kecamatan Balung terdapat penduduk yang berumur 15-64 tahun lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang berumur dibaawah 15 tahun
ü  Penduduk usia lanjut di kecamatan Balung hanya terdapat beberapa saja, jauh lebih sedikit dibandingkan penduduk usia muda
ü  Dilihat dari jumlah perempuan dan laki-laki pada kecamatan Balung, jumlah penduduk perempuan dan laki-lakinya adalah sebanding
ü  Dilihat Dari jumlah kelahiran anak dibawah lima tahun terdapat 28 anak dari perempuan berusia produktif
ü  Piramida penduduk dari keduanya juga sama yaitu termasuk piramida Piramida Zero Growth or Decreasing Population (Pertumbuhan Nol atau Penurunan Populasi).
                                
  • Rekomendasi
ü  Usia produktif yang berada di Kecamatan Puger lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif yang ada di kecamatan tersebut. Banyaknya usia produktif di Kecamatan Puger diharapkan mampu meningkatkan pembangunan di daerah tersebut agar lebih maju agar dapat mencapai kesejahteraan rakyat.
ü  Jumlah penduduk wanita dan laki-laki di daerah kecamatan Balung sebanding.  Dilihat dari angka tersebut maka pembangunan di daerah tersebut tidak begitu optimal karena jumlah perempuan dan laki-laki.


·         Daftar Pustaka
Soeroso, Santoso.2005.Mengarustamakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan di Indonesia.Jakarta: EGC
Adioetomo, Sri Moertiningsih,dkk.2010.Dasar-dasar Demografi.Jakarta:Salemba Empat
Mantra, Ida Bagoes.2006.Demografi Umum.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS