RSS

Halaman

Ruby, Arizona (Kota hantu di Amerika 1)

Ia merupakan salah satu kota mati di Amerika. tepatnya di dataran Arizona, dekat Bukit Montana di wilayah barat daya Amerika Serikat.

Pada awal tahun 1930-an, Ruby menjadi kota kaya akan beberapa mineral pertambangan seperti emas, perak, timah, seng, dan menjadi Boomtown dengan 1200 penduduk yang bermata pencaharian sebagai penambang. Kekayaan yang tersimpan di kota ini membuat beberapa insiden kriminalitas sering terjadi di kota ini, bahkan setiap penduduk yang berbekal persenjataan di setiap rumah-rumah dan tempat kerja mereka harus berhadapan dengan perampok-perampok meksiko yang tidak jauh dari perbatasan wilayah tersebut.
Pembanataian sejumlah keluarga oleh sekelompok perampok meksiko diawali pada tahun 1921, dan kemudian berlanjut hingga pada tahun 1941 Ruby benar-benar menjadi kota hantu.
Ruby merupakan saksi dari pergolakan ambisi dan optimisme penduduk Amerika kala itu, pembunuhan tragis yang menyebabkan sebagian besar penduduk kota tersebut mati mengerikan dan hanya sebagian kecil dari mereka yang mampu selamat dan meninggalkan kota tersebut selamanya. jarak kota ini yang jauh dari ibukota Arizona (sekitar 40 mil) menyebabkan banyaknya korban tidak dapat di evakuasi dan diidentifikasi.
Beberapa kisah perjalanan masa lalu kota ini tertulis dalam buku "RUBY, ARIZONA - Minning, Mayhem, and Murder" yg diterbitkan pada tahun 2005.

disini beberapa koleksi foto2 kondisi Ruby saat ini:























































Kondisi Ruby pada saat tahun 1930'an:







Beberapa bandit meksiko tersangka pembunuhan yg terjadi di Ruby yg berhasil dihukum gantung:




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Perlu Diketahui dari NII

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti sejarah Darul Islam/Negara Islam Indonesia (NII) Sholahudin berpendapat, sebenarnya berita mengenai NII belakangan ini tak terlalu penting namun cukup menarik bagi masyarakat. Eksploitasi pemberitaan mengenai NII dinilai berlebihan. Namun demikian, Sholahudin menegaskan bahwa masyarakat memang harus waspada terhadap NII.
Ini menjadi penting untuk masyarakat memahami cara mereka merekrut, ajaran dan idiom yang sering mereka tanyakan. Masyarakat ini kan khawatir, cemas karena masih buta dengan gerakan ini. Harus diperjelas
"Ini menjadi penting untuk masyarakat memahami cara mereka merekrut, ajaran dan idiom yang sering mereka tanyakan. Masyarakat ini kan khawatir, cemas karena masih buta dengan gerakan ini. Harus diperjelas," katanya di Warung Daun Cikini, Sabtu (30/4/2011).
Sholahudin yang memang melakukan penelitian khusus tentang DI/NII ini menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan NII memang berupa penipuan terhadap para korbannya. Mereka juga meminta para korbannya untuk tidak mengakui keluarga dan memberikan harta benda mereka kepada pimpinannya dengan memanipulasi ajaran Islam.
"Melakukan penipuan iya. Pandangan mereka itu kan syarat sah adalah bergabung dengan kelompok mereka karena bagi mereka, merekalah representasi kelompok Islam. Mereka juga anggap di luar mereka itu kafir, jadi darah dan harta di luar mereka itu halal," tambahnya.
Pengamat intelijen Wawan H Purwanto juga mencatat pola penjangkauan NII yang sangat rapi. Penjangkauan dilakukan NII seperti multilevel marketing (MLM), yaitu pemasaran lewat mulut. Setiap dua orang kader NII diharapkan bisa menjangkau 1 orang baru. Mereka juga menetapkan target penjangkauan 7 orang per minggu dan penghimpunan dana Rp 6-7 jt per bulan.
"Modelnya melakukan pendekatan, hipnotis, bicara dari hati ke hati, dibawa ke tempat sesuatu, dibaiat, diajak untuk memahami amanu (iman), hijrah dan jihad. Tiga prinsip ini yang utama. Maka, kalau ada yang split personality, mereka-mereka itu yang mudah diajak," tandasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS